Demo Tolak Kenaikan BBM Mahasiswa UMGo di Kabupaten Gorontalo Berlangsung Tertib

Gorontalo – Demo menolak pemerintah menaikan harga BBM oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) di Kabupaten Gorontalo berlangsung damai dan tertib.

Dari pantauan, aksi oleh ratusan mahasiswa awalnya berlangsung dibawah Menara Tower Pakaya yang kemudian berlanjut di depan kantor DPRD Kabupaten Gorontalo.

Terlihat aparat kepolisian dari Polres Gorontalo mengawal ketat jalannya aksi tersebut agar tidak disusupi oleh kelompok lain.

Dalam orasinya, Orator Aksi, Nawir Latif Abuni, mengatakan beberapa alasan kenapa mereka menuntut terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Ini jelas kebijakan penyesuaian harga BBM hanya dapat menyengsarakan rakyat,” teriak Nawir Latif.

Sebelumnya Kenaikan harga Pertalire mendapat tanggapan positif dari Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI).

Kenaikan harga Pertalite bisa mengalihkan subsidi dari orang kaya ke orang miskin.

“Pertama, mendesak Pemerintah untuk mengalihkan anggaran subsidi energi yang sangat besar yakni Rp502 triliun pada Tahun Anggaran 2022 untuk pembangunan di berbagai sektor yang dibutuhkan masyarakat kelas bawah dan kegiatan produktif,” tegas Koordinator Pusat BEM RI Abdul Muhtar, Sabtu (3/9/2022).

Ia mengatakan anggaran bisa dialikan ke sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur energi dan sektor produktif lain yang bersinggungan langsung dengan hajat hidup masyarakat miskin di negeri ini.

Kedua, lanjut Muhtar, BEM RI juga mendesak Pemerintah untuk mengevaluasi penetapan anggaran subsidi energi yang sangat besar.

Apalagi, sebagian besar anggaran subsidi energi itu, yakni sekitar 80%, dinikmati masyarakat mampu atau orang-orang kaya.